Pengobatan sacara efektif - Cara pengobatan kanker payudara yang baik dan efektif - Kanker payudara adalah suatu penyakit ganas payudara wanita dan
memberikan angka kematian yang tinggi dari semua kanker. Biasanya wanita
mengalami kanker ini pada umur 60-61 tahun. Untuk perbandingan, satu
dari delapan wanita Amerika menderita kanker payudara.
Pada wanita, kanker payudara jarang terjadi pada umur sebelum 30
tahun dan angka kejadiannya meningkat setelah mati haid. Untuk alasan
ini benjolan payudara yang terdapat pada wanita setelah mati haid
dianggap sebagai kanker payudara sampai dibuktikan adanya penyakit lain.
Walaupun bisa, tapi kanker payudara jarang terjadi pada pria. Bilapun
hal ini terjadi, biasanya tidak sampai stadium lanjut.
PENYEBAB
Secara genetik, kanker payudara terjadi 3-4 kali lebih besar bila ibu
penderita juga menderita kanker payudara yang terjadi sebelum masa
menopause atau mati haid. Hal ini terjadi karena kromosom penyebab
kanker tersebut bermutasi atau berubah secara lebih dini pada keluarga
yang menderita kanker payudara dan ovarium.
Sedangkan dari sisi faktor hormonal, pemberian hormon Estrogen dan
hormon Progesteron pada usia setelah mati haid dapat juga meningkatkan
kejadian Kanker Payudara. Oleh karena itu, penggunaan terapi sulih
hormon dengan Estrogen dan Progesterion dihentikan.
Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan meningkatnya kanker payudara adalah:
o Ras: kulit putih.
o Umur: lanjut.
o Riwayat keluarga: terdapatnya Kanker Payudara pada Ibu, adik wanita atau anak wanita.
o Faktor Genetik: mutasi BRCA1 atau BCRA2.
o Riwayat medis sebelumnya: Kanker Endometrium, Kanker pada Payudara sebelahnya.
o Riwayat haid: Haid yang terjadi lebih awal ( dibawah umur 12 tahun
), Mati haid yang lebih lanjut ( di atas umur 50 tahun ).
o Riwayat reproduksi: tidak melahirkan anak atau hamil pertama pada umur lanjut.
GEJALA
Kanker payudara umumnya tidak terasa nyeri, hanya kadang-kadang
timbul rasa tidak nyaman. Kanker Payudara yang paling sering terjadi
adalah yang tumbuh perlahan-lahan sebagai benjolan yang tidak nyeri.
Pada stadium awal, biasanya ditandai dengan adanya sejenis gumpalan
di dalam payudara, tidak terasa nyeri, namun teraba keras, batas tidak
jelas, terdapat gambaran yang abnormal pada pemeriksaan mamografi.
Pada stadium lanjut, terdapat retraksi kulit / puting payudara,
pembesaran kelenjar getah bening ketiak, pembesaran payudara, bengkak,
nyeri, warna kemerahan, gumpalan melekat pada kulit atau dinding dada,
kulit terlihat seperti kulit jeruk, terlihat adanya luka pada kulit
payudara. Penyebaran kanker dapat terjadi melalui saluran lymphe (limpa)
atau aliran darah. Penyebaran lebih sering terjadi pada organ paru,
tulang (terutama tengkorak, tulang belakang dan panggul) dan organ hati.
Apabila memungkinkan, penyebaran kanker ini harus dipastikan dengan
melakukan pemeriksaan biopsi kelenjar getah bening, pemeriksaan sinar-X
terhadap tulang dan dada, pemeriksaan scanning hati dan tulang
menggunakan radioaktip isotop.
Untuk menentukan adanya kanker payudara, perlu dilakukan pengetahuan
riwayat penyakit, pemeriksaan fisik payudara, pemeriksaan mamografi,
pemeriksaan biopsi berupa pemeriksaan jaringan payudara yang diambil
dari jaringan yang diambil dengan cara biopsi atau aspirasi biopsi
dengan jarum suntik.
PENGOBATAN
Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker
payudara, yaitu: tindakan kuratif (menyembuhkan) dan tindakan paliatif
(meringankan penyakit tetapi tidak menyembuhkan).
Tindakan kuratif dianjurkan untuk penderita kanker payudara stadium
klinik I, II dan III. Penderita yang sudah pada stadium T3, T4 diobati
dengan multiple terapi tetapi kebanyakan tindakan paliatif (yang
meringankan) dapat diberikan. Tindakan paliatif sendiri dapat dilakukan
pada penderita kanker payudara pada stadium IV yang sudah mengalami
penyebaran sel-sel kanker ke tempat-tempat yang jauh.
TINDAKAN KURATIF
A. Pilihan Pengobatan Primer
Pada saat ini penanganan standar untuk stadium I, stadium II dan
kebanyakan stadium III adalah tindakan bedah yang dilanjutkan dengan
pengobatan radiasi atau pengobatan sistemik bilamana diperlukan.
Pengobatan tambahan baru lebih populer sejak benjolan kanker dapat
mengecil karena pengobatan kemoterapi yang dilakukan sebelum tindakan
bedah.
B. Tindakan Bedah
1. Pengobatan untuk mempertahankan payudara:
Ukuran benjolan kanker merupakan pertimbangan dalam upaya mempertahankan
payudara. Benjolan dengan ukuran 4 cm umumnya dapat diangkat. Namun,
benjolan yang lebih besar dari 4 cm merupakan kontra-indikasi yang
relatif untuk melakukan tindakan pengangkatan benjolan tersebut.
Penderita harus dapat menerima keadaan payudara secara kosmetis, yang
juga tergantung dari ukuran besarnya payudara itu sendiri.
2. Pengangkatan Payudara
Tindakan pengangkatan payudara merupakan standar pengobatan pada kanker
payudara stadium awal, meskipun pengobatan dengan radiasi lebih disukai
pada tahap stadium awal ini karena penderita lebih menyukai
menyelamatkan payudara mereka.
Pengangkatan payudara yang dimodifikasi (modified radical mastectomy)
akan mengangkat kulit, puting payudara, dan daerah areola payudara,
jaringan penutup otot dada dan kelenjar getah bening. Pada tindakan ini,
pengobatan radiasi tidak diperlukan. Meskipun demikian, pengobatan
radiasi akan diperlukan bila terdapat penyebaran ke kelenjar getah
bening. Tindakan ini akan mempengaruhi dada penderita secara kosmetis.
Pengangkatan payudara secara radikal (radical mastectomy), akan
mengangkat otot-otot dada yang berdekatan. Tindakan ini jarang
dilakukan.
Tindakan membangun kembali payudara, cepat atau lambat perlu
dibicarakan dengan penderita yang mengalami tindakan pengangkatan
payudara. Penderita perlu membicarakan tentang tindakan ini dengan
seorang dokter Ahli Bedah Plastik.
Pengobatan radiasi setelah pengangkatan sebagian payudara diberikan
selama 5-7 minggu. Setiap 5 hari, pemberian fraksi dari dosis total
sebanyak 5000 – 6000 cGy.
C. Pengobatan Sistemik Tambahan
Pada kenyataannya secara praktis, umumnya Dokter Oncologist (Ahli
Penyakit Kanker) sering menggunakan pengobatan sistemik tambahan untuk
penderitam, baik yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening ataupun
belum.
1.Kemoterapi (pengobatan dengan obat anti kanker)
Setelah tindakan bedah dan pengobatan radiasi dilakukan, pemberian
pengobatan secara sistemik dapat menambah besar umur harapan hidup.
Pengobatan ini disarankan untuk diberikan kepada penderita kanker
payudara yang dapat diobati. Efek samping dari pemberian obat kemoterapi
yang paling sering terjadi adalah gangguan lambung yang berupa rasa
mual dan muntah. Hal ini diatasi dengan pemberian obat yang berpengaruh
pada susunan syaraf pusat. Obat yang mengandung growth factor (faktor
pertumbuhan), seperti obat Erythropoietin, yang merangsang pembentukan
sel-sel darah merah dan obat Filgrastim yang merangsang pembentukan dan
pembedaan sel-sel darah dapat mencegah terjadinya Anemia dan Neutropenia
(menurunnya sel-sel darah putih) akibat pemberian obat-obat kemoterapi.
Obat-obat ini akan mengurangi angka kejadian infeksi yang merupakan
komplikasi dari pengguanan obat kemoterapi. Obat Kemoterapi diberikan
selama kurun waktu 3-6 bulan.
2. Pengobatan Hormonal
Pengobatan tambahan dengan hormon adalah efektif dalam menurunkan angka
kematian penderita sebanyak 25%. Obat standar yang diberikan adalah
tamoxifen selama 5 tahun. Tamoxifen sebaiknya diberikan sebagai obat
sistemik pada wanita penderita kanker yang tergantung dari keberadaan
hormon, tanpa memandang umur, status mati haid atau faktor prognostik
lainnya.
TINDAKAN PALIATIF
A. Radioterapi
Radioterapi dianjurkan untuk diberikan pada kanker yang sudah
menyebar ke tempat-tempat yang jauh. Hal ini untuk menghindari
terjadinya borok pada kulit penderita, rasa nyeri yang hebat, dan
manifestasi lainnya pada payudara dan kelenjar getah bening. Pemberian
radiasi ini juga berguna dalam pengobatan penyebaran kanker ke tulang
dan jaringan lunak untuk mengatasi rasa nyeri dan mencegah patah tulang.
Secara umum, radioterapi terutama berguna dalam pengobatan pada kasus
penyebaran ke tulang, dinding dada, otak dan penekanan sumsum tulang
belakang.
B. Pengobatan Terarah
Pemberian hormon biasanya lebih berhasil pada wanita sesudah usia
mati haid, bahkan pada mereka yang mendapatkan pengobatan dengan hormon
Estrogen.
Pada penderita sebelum mati haid, pengobatan terarah dilakukan dengan pengobatan hormon primer dan sekunder atau tertier.
Sedangkan pada penderita sesudah mati haid, pengobatan dilakukan
dengan pengobatan hormone secara primer, sekunder atau tertier, dan
kemoterapi. Pengobatan hormon secara primer merupakan pengobatan pilihan
untuk wanita sesudah mati haid dengan kanker payudara. Sedangkan
pengobatan hormone secara sekunder atau tersier dipakai untuk pengobatan
kanker payudara stadium lanjut bagi penderita yang sudah mati haid
setelah pemberian terapi dengan pengobatan primer (dengan tamoxifen).
Terakhir, pemberian kombinasi obat Kemoterapi lebih efektif dan direspon
baik pada 60-80% penderita kanker payudara stadium IV.
Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami
Kami
De Nature Herbal menyediakan
Obat Kanker Payudara (Cara Mengobati
Kanker Payudara Secara Alami). Obat Herbal kami telah terdaftar di BPOM,
DINKES, serta berlabel Halal dari MUI. Obat Herbal kami berbahan
ekstrak tumbuhan dan ramuan khas pengobatan kanker payudara maupun jenis
kanker lainnya.
Jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan kami atau ingin melakukan
pemesanan produk herbal kami, silahkan hubungi kontak kami berikut;